Widyawisata ke Desa Wisata Pariangan, Peserta Penas XVI Dimanjakan Keindahan Alamnya

KONSIDERAN – Selaku tuan rumah penyelenggara Pekan Nasional (Penas) XVI di Padang, pihak Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pada Senin 12 Juni 202 mengagendakan kegiatan widyawisata bagi peserta ke sejumlah lokasi wisata yang ada di Provinsi Sumatera Barat.

Kegiatan widyawisata merupakan kegiatan kunjungan peserta secara berkelompok untuk belajar dan menyaksikan pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan dan obyek agrowisata.

Tujuan widyawisata untuk menumbuhkan motivasi peserta dalam meningkatkan kegiatan usahanya, memperluas wawasan dan menambah pengetahuan dalam berbagai aspek pembangunan.

Salah satu destinasi widyawisata peserta Penas yaitu sebuah Desa Wisata Nagari Tuo Pariangan.  Desa ini berada di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Desa wisata Nagari Tuo Pariangan adalah sebuah desa indah yang terletak di lereng Gunung Marapi, sebuah gunung api aktif yang berada di dataran tinggi Provinsi Sumatera Barat.

Desa ini posisinya berada di ketinggian 800 – 1000 mdpl. Pariangan memiliki topografi daerah perbukitan dan pegunungan dengan udara yang sejuk.

Ismudah, salah seorang peserta Penas dari Kabupaten Rembang Provinsi Jawa Tengah, mengaku senang dan bersyukur bisa berkunjung ke Nagari Tuo Pariangan.

” Waduh bagus banget keindahan alamnya,” ujar Ismudah singkat, sambil sesekali membidikan kamera handphone ke obyek Desa Wisata Nagari Tuo Pariangan.

Bukan hanya Ismudah, para peserta Penas lainnya pun rata-rata merasa kagum dengan keindahan alam di Nagari Tuo Pariangan  yang sangat memanjakan mata.

Posisi geografis Desa Wisata Pariangan yang berada di dataran tinggi memberikan anugerah alam yang elok dan subur.

Sejauh mata memandang, hamparan sawah berstruktur terasering atau berjenjang sangat memanjakan mata pengunjung dalam menikmati keindahan alamnya.

Pariangan adalah sebuah desa yang istimewa. Tambo, tradisi lisan Masayarakat Minangkabau, menyebut Pariangan sebagai desa atau nagari tertua tempat nenek moyang dan peradaban mereka bermula.

Hal ini tertuang dalam pepatah kuno “dari mano dating titiak palito, dari telong nan Batali. Dari mano asa nenek moyang kito, dari puncak gunuang Marapi.”

Hingga saat ini, tulis situs resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, masih ditemukan berbagai bukti peradaban tua Masyarakat Minangkabau di nagari ini seperti Batu Lantak Tigo, Kuburan Panjang Datuak Tantejo Gurhano, Sawah Satampang Baniah, Lurah Indak Barayia dan masih banyak lagi yang lainnya.

Kekayaan sejarah dan budaya inilah yang menjadikan Pariangan tidak hanya indah dipandang mata namun juga indah untuk dinikmati dan diselami lebih jauh melalui paket-paket wisata seperti live in experience, heritage walk, rice fields walk dan lain sebagainya.

Masih menurut situs resmi milik pemerintah tersebut, pariwisata di Nagari Tuo Pariangan mulai berkembang pesat dengan adanya publikasi dari Travel Budget USA pada tahun 2012 yang menyebut Pariangan sebagai salah satu desa terindah di dunia.

Pada artikel World’s 16 Most Picturesque Village yang ditulis Sandra Ramani dan dipublikasikan pada 23 Februari 2012, Pariangan disandingkan dengan Shirakawa-go di Jepang, Eze di Perancis dan Niagara-on-the-lake di Kanada dan desa-desa lainnya sebagai 16 desa terindah di dunia.

Tulisan di artikel tersebut kemudian memancing rasa ingin tahu dan mengundang wisatawan untuk mengenal Pariangan lebih dekat dan kemudian ini mendorong akselerasi pembangunan dan pengembangan pariwisata di Nagari Tuo Pariangan.

Untuk menuju Desa Wisata Pariangan, dapat ditempuh lewat jalur darat dengan kendaraan roda dua maupun empat dari kota-kota besar di Sumatera Barat.

Jarak tempuhnya kurang lebih memakan waktu 90 menit dari Bandara Internasional Minangkabau, 2 jam dari kota Padang, 90 menit dari Kota Bukittinggi dan 90 menit dari kota Payakumbuh.

Setelah menikmati indahnya Desa Wisata Nagari Tuo Pariangan, peserta Penas melanjutkan perjalanan ke lokasi lain yang menjadi destinasi widyawisata dalam kegiatan Penas XVI di Padang.*(darojat/konsideran)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *