Peserta Uji Kompetensi Sertifikasi PLD Kabupaten Tegal Direkomendasikan Kompeten

KONSIDERAN – Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Pendamping Desa dalam pendampingan kegiatan pemberdayaan masyarakat desa, sebagaimana disebutkan pada pasal 129 Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun 2014 ditegaskan bahwa tenaga pendamping profesional diharuskan memiliki sertifikasi kompetensi dan kualifikasi pendampingan di bidang ekonomi, sosial, budaya, dan/atau teknik.

Atas dasar itulah, pada tanggal 2 – 4 November 2022, bertempat di Hotel Mahima Semarang, TPP Pendamping Lokal Desa (PLD) menjalani Uji Kompetensi Sertifikasi tahun 2022.

Para PLD dari sejumlah kabupaten di wilayah Jawa Tengah mengikuti kegiatan tersebut sesuai jumlah kuota yang telah ditentukan untuk masing-masing kabupaten.

Diketahui bahwa kuota TPP yang mengikuti sertifikasi berbeda-beda tiap kabupaten. Dari data yang ada, Jawa Tengah mendapat jatah 90 kuota.

Dari pantauan konsideran.com, para peserta uji kompetensi sertifikasi harus datang ke lokasi tempat uji kompetensi sehari sebelum pelaksanaan, untuk menyerahkan berkas terlebih dahulu pada pihak panitia.

Dari cerita peserta uji kompetensi PLD asal Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, yang tidak mau disebutkan namanya, bahwa Kabupaten Tegal mendapat jatah 20 orang.

Namun sampai hari pelaksanaan, ternyata hanya 17 orang saja yang hadir. Dengan kata lain, tiga orang  asal kabupaten Tegal tidak hadir mengikuti uji kompetensi tersebut.

Mengenai alasan ketidakhadiran ketiga PLD tersebut, dari keterangan yang didapat, satu orang tidak datang karena anaknya yang masih bayi mendadak sakit.

Sedangkan dua orang lainnya yang urung mengikuti uji kompetensi dikabarkan mengundurkan diri sebagai peserta.

Pengunduran peserta yang mendadak tersebut, salah seorang Asesor dalam uji kompetensi, Sofwan Sofyan, mengaku sangat menyayangkan.

“Andai saja ada pemberitahuan sebelumnya, kan bisa diganti peserta lain, sayang lho di belakang banyak antrian pendamping yang ingin mengikuti sertifikasi ” ujarnya disela-sela memberikan bimbingan dan arahan kepada asesi pada Rabu malam 2 November 2022.

Bimbingan asesor, Sofwan Sofyan, kepada asesi ini bukan hanya dilakukan tatap muka sebelum pelaksanaan uji kompetensi. Tetapi dilakukan  juga melalui zoom meeting dan grup whatsapp.

Atas bimbingan yang dilakukan asesor kepada pada asesi, asesor yang satu ini banyak mendapat apresiasi dari peserta uji kompetensi.

Hal ini bisa dilihat dari chat para peserta di grup whatsapp, para asesi rata-rata  sangat apresiatif kepada asesor, Sofwan Sofyan.

Peserta uji kompetensi dari Tegal, Sri Hardani, misalnya, dalam chat-nya menyampaikan, terimakasih untuk asesor terbaik Tempat Uji Kompetensi Semarang.

Sementara itu, peserta dari kabupaten kain, dengan nama akun Rio Santoso juga menyampaikan apresiasinya kepada asesor ini yang telah membimbingnya.

“Terima kasih bapak Sofwan yang telah membimbing kami sampai selesai dan tersertifikasi semoga sehat selalu…..dan semoga selalu berbahagia, best of the best pokoknya buat pak Sofwan,” demikian tulis Rio Santoso.

Sekedar diketahui, sampai uji kompetensi selesai, semua peserta Uji Kompetensi Sertifikasi Pendamping Lokal Desa Tahun 2022 asal Kabupaten Tegal yang berjumlah 17 orang semuanya direkomendasikan kompeten.

Tentu saja keberhasilan ini tidak lepas dari kekompakan PLD dari Kabupaten Tegal itu sendiri.

Kekompakan ini terlihat ketika ada teman yang butuh data untuk melengkapi syarat uji kompentensi yang kurang, teman lainnya  saling membantu untuk mencarikan atau membuatkan data yang diperlukannya tersebut.

Bukan itu saja, para peserta dari kabupaten Tegal ini juga selalu mendapat support dari Tenaga Ahli (TA) Kabupaten dan pengurus Asosiasi Pendampingan Masyarakat dan Desa Nusantara Kabupaten Tegal yang mengawalnya.* (darojat/konsideran)

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *