Memahami Definisi dan Konsep Kemiskinan Ekstrem

sumber : instagram/ahmadyanibs

KONSIDERAN – Kemiskinan ekstrem menurut United Nations,1996, dalam buku Pedoman Umum Kemiskinan Ekstrem adalah kondisi ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar yaitu kebutuhan makanan, air minum bersih, sanitasi layak, kesehatan, tempat tinggal, pendidikan, dan akses informasi yang tidak hanya terbatas pada pendapatan, tapi juga akses pada layanan sosial.

Berdasarkan Bank Dunia, penduduk miskin ekstrem adalah penduduk yang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari tidak lebih dari USD 1,9 PPP (Purchasing Power Parity).

Purchasing Power Parity adalah unit harga yang telah disesuaikan sehingga nilai mata uang di berbagai negara dapat dibandingkan satu dengan yang lain.

Pada Maret 2021, Garis Kemiskinan Ekstrem diperkirakan sebesar Rp11.941,12/orang/hari atau Rp358.233,6/orang/bulan (BPS, 2021).

Dengan demikian, bila seseorang berada di bawah pendapatan harian itu, orang tersebut dianggap berada dalam situasi kemiskinan ekstrem.

Warga miskin ekstrem ini memiliki ciri, seperti: lansia, tinggal sendirian, tidak bekerja, difabel, memiliki penyakit kronis/menahun, rumah tidak layak huni, tidak memiliki fasilitas air bersih dan sanitasi yang memadai.

Dikutip dari berbagai sumber, akibat dari kemiskinan ekstrim di suatu wilayah antara lain :
– Tingkat kematian yang tinggi.
– Tingkat eksklusi sosial yang tinggi.
– Buta huruf parah.
– Kelaparan.
– Malnutrisi
– Penyakit.
– Diskriminasi sosial.
– Kondisi kehidupan yang sangat buruk.***

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *