Begini Cara Membentuk Dana Cadangan Anggaran Desa

KONSIDERAN – Dalam pengelolaan anggaran kegiatan di desa, bila dalam pendanaan kegiatannya  tidak dapat sekaligus dibebankan dalam satu tahun anggaran, pemerintah desa dapat membentuk dana cadangan untuk membiayai kegiatan tersebut.  Satu hal yang harus diperhatikan dalam pembentukannya yaitu harus  ditetapkan dalam sebuah Peraturan Desa. Dalam hal ini berarti pemerintah desa harus membuat Peraturan Desa tentang pembentukan dana cadangan.

 

Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Republik Indonesia No.20 Tahun 2018 tentang  Pengelolaan Keuangan Desa, pada pasal 26 menjelaskan, Pemerintah Desa dapat membentuk dana cadangan untuk mendanai kegiatan yang penyediaan dananya tidak dapat sekaligus / sepenuhnya dibebankan dalam satu tahun anggaran.

 

Adapun soal pembentukan dana cadangan, misalnya untuk membiayai kegiatan penyelenggaraan pemilihan kepala desa, atau kegiatan lain yang memang tidak dapat didanai dalam satu tahun anggaran.  Dalam contoh kegiatan ini, berarti pihak pemerintah desa harus membuat Peraturan Desa tentang pembentukan dana cadangan untuk pendanaan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa.

 

Di dalam Peraturan Desa mengenai pembentukan dana cadangan paling sedikit memuat klausul :

  1. Penetapan tujuan pembentukan dana cadangan;
  2. Program dan kegiatan yang akan dibiayai dari dana cadangan;
  3. Besaran dan rincian tahunan dana cadangan yang harus dianggarkan;
  4. Sumber dana cadangan; dan
  5. Tahun anggaran pelaksanaan dana cadangan.

 

Pembentukan dana cadangan dapat bersumber dari penyisihan atas penerimaan desa, kecuali dari penerimaan yang penggunaannya telah ditentukan secara khusus berdasarkan peraturan perundang-undangan dan penganggaran dana cadangan tidak melebihi tahun akhir masa jabatan Kepala Desa.

 

Artinya, pembentukan dana cadangan harus dengan alasan yang jelas peruntukannya. Hal ini penting diperhatikan untuk menghindari terjadi persoalan antar generasi saat terjadi pergantian kepala desa.

 

Dana cadangan haruslah dikelola dengan baik, sehingga selama masa penyisihan dana sampai saat dinilai cukup untuk digunakan membiayaai kegiatan, dapat terkontrol dengan jelas.

 

Demikian  mengenai pembentukan dana cadangan di desa yang harus dipahami. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *