623 Pecinta Burung Kicau, Ikuti Pesta Losgan

KONSIDERAN – Gelaran latihan prestasi (latpres) burung berkicau dengan tajuk Pesta Losgan, pada Minggu 5 Februari 2023, berlangsung meriah.

Ajang kolaborasi 2 kelompok pecinta burung kicau Shultan Singgle Fighter dengan Wangandawa Bird Club itu digelar sejak pukul 11 siang hingga 4 sore tersebut memainkan 19 sesi dengan jumlah peserta 623 orang.

“Acara Pesta Losgan ini merupakan penyelenggaraan kedua setelah yang pertama di gantangan independen lain setahun lalu. Alhamdulillah kali ini lebih sukses,” terang Arif Budiman selaku Ketua Pelaksana.

Lebih jauh, Arif, sapaan akrabnya, menjelaskan pihaknya mematok tiket pendaftaran untuk kelas Utama 150 ribu, kelas Mega Bintang 100 ribu dan kelas Bintang 50 ribu.

Burung-burung hebat yang sudah punya reputasi, ikut menyemarakan persaingan, misal saja, burung kicau dengan sebutan Dolar dan Legenda di jenis burung Cucak Ijo,

Aparat dan Shujim di Murai Batu, lalu di jenis burung Kacer ada Brandit dan lain-lain.

Hobi burung berkicau memang mulai marak sejak dekade 1990-an, pasang surut peserta menjadi hal yang biasa, pun demikian telah banyak Gantangan (tempat lomba burung berkicau) tumbuh-sirna sejalan dengan perkembangan waktu.

Banyak faktor kiranya yang mempengaruhi eksistensi tempat lomba burung berkicau antara yang terus bertahan hingga puluhan tahun dan yang gulung tikar kemudian.

Faktor lokasi, faktor pelayanan, dan faktor integritas pengelola Gantangan yang sering menjadi bahan perbandingan peserta lomba, hingga persoalanan kebertahan kerap kali menghampiri.

“Alhamdulillah sejak berdiri pada Agustus 2016 Dewata BC tetap konsisten hingga sekarang meskipun sudah tiga kali pindah lokasi,” kata Pendi alias mister Difa Ketua Pelaksana Pesta Losgan Dewata BC.

Dewata Bird Club berlokasi di Desa Wangandawa Kecamatan Talang Kabupaten Tegal. Menggelar acara latberan (latihan bersama) rutin setiap Selasa Sore, Jumat sore, dan Sabtu malam Minggu yang memang sudah dihafal para Kicau Mania di wilayah Brebes, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, hingga Pemalang dan Pekalongan.

“Meski jauh dari Pekalongan, namun kami semangat hadir di sini (Dewata BC, red) apalagi ini momen spesial semua sesi yang dimainkan labelnya losgan jadi hadiahnya lebih besar dari Latberan,” ujar Kicau Mania asal Pekalongan yang siang itu membawa Murai Batu dan Cucak Ijo.

Di dunia kicau mania ada banyak grup atau Even Organizer yang menyenggarakan lomba burung berkicau rutin.

Misalnya saja grup Independen Klassik Tegal, Galaxi 46, Ronggolawe, Rajawali Indonesia, RGN dan masih ada beberapa lagi.

Mereka telah menjadi matra bagi meriahnya dunia perkicauan di daerah-daerah khusunya Tegal.

Di sisi lain mereka berkompetisi namun secara sehat mereka juga saling memberi dukungan, buktinya saat kegiatan Pesta Losgan Dewata BC Feat Shultan SF mereka tidak segan meliburkan kegiatan Latber di gantangan mereka masing-masing terutama yang jam tayangnya sama dengan gelaran dimaksud, dan hal seperti ini sering juga dipraktikkan sebaliknya.

“Buat apa saling tidak rukun? Bukankah rejeki Tuhan telah atur dan tidak mungkin ketukar?,” tegas Hilal kicaumania senior yang kini kabarnya menggawangi klub Galaxi 46.

Pesta Losgan Dewata BC Feat Shultan SF memainkan jenis burung Murai Batu, Cucak Ijo, Kacer, Kenari, Pentet, Love Bird, dan Trucukan yang terangkum dalam 19 sesi.

“Mantap. Pesta Losgan yang meriah. Terus tingkatkan kualitas Independen Klasik,” pungkas Arif Budiman Shultan SF. (Julis Marja) ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *