5 Pola Kemitraan Usaha BUMDes

KONSIDERAN – Dalam dunia usaha, menjalin kerjasama atau kemitraan dengan pihak lain merupakan hal yang biasa dilakukan dalam rangka pengembangan usaha. Entah itu bentuknya kerjasama/kemitraan keagenan, kemitraan inti plasma, atau kerjasama yang lainnya.

Berikut ini disajikan ulasan singkat mengenai pola kemitraan yang bisa dilakukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam membangun atau mengembangkan unit-unit usahanya :

  1. Pola Kemitraan Inti Plasma

Pola kemitraan inti plasma merupakan hubungan antara petani, kelompok tani, usaha. Perusahaan inti menyediakan lahan, sarana produksi, bimbingan teknis, manajemen, menampung dan mengolah, serta memasarkan hasil produksi.

Sementara kelompok mitra bertugas memenuhi kebutuhan perusahaan inti sesuai dengan persyaratan yang telah disepakati.

  1. Pola Kemitraan Sub Kontrak

Pola kemitraan sub kontrak merupakan pola kemitraan antara perusahaan mitra usaha dengan kelompok mitra usaha yang memproduksi komponen yang diperlukan perusahaan mitra sebagai bagian dari produksinya. Pola sub kontrak ditandai dengan adanya kesepakatan tentang kontrak bersama yang mencakup volume, harga, mutu, dan waktu.

  1. Pola Kemitraan Dagang Umum

Pola kemitraan dagang umum merupakan hubungan usaha dalam pemasaran hasil produksi. Pihak yang terlibat dalam pola ini adalah pihak pemasaran dengan kelompok usaha pemasok komoditas yang diperlukan oleh pihak pemasaran tersebut.

  1. Pola Kemitraan Keagenan

Pola kemitraan keagenan merupakan bentuk kemitraan yang terdiri dari pihak perusahaan mitra dan kelompok mitra atau pengusaha kecil mitra. Pihak perusahaan mitra (perusahaan besar) memberikan hak khusus kepada kelompok mitra untuk memasarkan barang atau jasa perusahaan yang dipasok oleh perusahaan mitra.

Sedangkan perusahaan mitra bertanggung jawab atas mutu dan volume produk (barang atau jasa).

  1. Pola Kemitraan Kerjasama Operasional Agribisnis

Pola kemitraan kerjasama operasional agribisnis  merupakan pola hubungan bisnis yang dijalankan oleh kelompok mitra dan perusahaan mitra. Kelompok mitra menyediakan biaya, modal, manajemen, dan pengadaan sarana produksi untuk mengusahakan atau membudidayakan suatu komoditas pertanian. Disamping itu, perusahaan mitra juga berperan sebagai penjamin pasar produk dengan meningkatkan nilai tambah produk melalui pengolahan dan pengemasan.  Pola ini bisa menjadi alternative bagi BUMDes yang menjalankan usaha di bidang pertanian.

Ulasan singkat ini mudah-mudahan dapat menginspirasi para pegiat ekonomi desa berbasis BUMDes. (seputardesa)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *