Ragam  

5 Langkah yang Harus Diperhatikan Dalam Menyusun RAB

Foto : pixabay

KONSIDERAN – Tidak semua orang bisa membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan baik dan benar.

Kalau seseorang  tidak punya pengetahuan khusus tentang hal ini, jelas akan kerepotan.

Karena dalam membuat Rencana Anggaran Biaya dibutuhkan ketelitian, terlebih membuat RAB untuk pekerjaan kontruksi.

Dalam pekerjaan konstruksi  mengharuskan untuk mendaftar item pekerjaan/sub jenis pekerjaan untuk disertakan di dalam RAB.

Oleh karena itu, dalam menyusun RAB diperlukan ketelitian dalam pembuatannya.

Mengacu pada penjelasan mengenai komponen yang harus ada di dalam RAB, menurut keterangan di laman pengadaan.web.id  ada lima langkah yang harus diperhatikan dalam menyusun RAB, yaitu :

1. Mempersiapkan Gambar Kerja Detail (DED)
Untuk pekerjaan konstruksi, gambar kerja detail atau biasa disebut detail engineering design (DED) dibutuhkan untuk beberapa keperluan proyek, termasuk dalam penyusunan RAB.

Selain itu, DED ini nantinya juga bisa digunakan untuk mengurus keperluan pembuatan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), dan pembuatan Surat Perjanjian Kontrak Kerja (SPK).

Penggunaan gambar kerja pada RAB untuk proyek konstruksi diperlukan untuk menentukan berbagai jenis pekerjaan, spesifikasi dan ukuran material bangunan.

Berbeda jika pelaksanaan proyek pengadaan barang, tidak dibutuhkan gambar kerja detail.

Dengan mempersiapkan DED pada proyek konstruksi akan memudahkan untuk menghitung volume pekerjaan.

DED inilah yang menjadi rujukan dalam menentukan item-item pekerjaan yang akan dihitung dalam penyusunan RAB.

2. Menghitung Volume Pekerjaan
Setelah semua item yang diperlukan ter-list dengan baik, maka langkah selanjutnya adalah menghitung volume pekerjaan.

Penghitungan ini dilakukan dengan cara menghitung banyaknya volume pekerjaan dalam satu satuan, misalkan per m2, m3, atau per unit.

Volume pekerjaan nantinya dikalikan dengan harga satuan pekerjaan, sehingga didapatkan jumlah biaya pekerjaan.

3. Membuat dan Menentukan Harga Satuan Pekerjaan
Untuk pekerjaan konstruksi, harga satuan pekerjaan dapat dipisahkan menjadi harga upah dan material.

Kita hanya butuh untuk memasukkan harga berdasarkan harga survei pasar yang berlaku di daerah.

Sebagai contoh, harga satuan pekerjaan per tahun 2019 untuk pekerjaan pengecatan cat dinding adalah Rp. 10.500,- per m2, pekerjaan rangka atap adalah Rp. 110.000,- per m2, dan pekerjaan pemasangan plafon adalah Rp. 26.000,- per m2.

Namun, kita juga harus mengantisipasi adanya peningkatan harga apabila pekerjaan bangun atau renovasi belum dimulai.

4. Menghitung Jumlah Biaya Pekerjaan
Setelah volume dan harga satuan kerja sudah bisa ditemukan, maka langkah selanjutnya adalah mengalikan angka tersebut sehingga akan didapat jumlah biaya dari masing-masing pekerjaan (volume pekerjaan x harga satuan).

Contohnya pekerjaan pembuatan pondasi batu kali, Anda bisa menghitung volumenya sebesar 10 m3 dengan harga satuan sebesar Rp. 400.000.

Maka dari sini Anda bisa mengetahui bahwa biaya pekerjaan pembuatan pondasi batu kali adalah 10m3 x Rp. 400.000= Rp. 4.000.000.

  1. Menghitung Keseluruhan Jumlah Total Masing-masing Sub Pekerjaan

Langkah terakhir dalam membuat RAB adalah menghitung jumlah total masing-masing sub pekerjaan, seperti pekerjaan persiapan, pekerjaan pondasi, atau pekerjaan beton.

Sub pekerjaan tersebut dapat diuraikan lagi secara lebih detail.

Setiap pekerjaan kemudian ditotalkan sehingga didapatkan jumlah total biaya pekerjaan yang kemudian dikurangi dengan biaya pajak.

Demikian lima langkah yang harus diperhatikan dalam menyusun RAB untuk menjadi pegangan.

Karena dengan membuat RAB, biaya pekerjaan proyek bangun atau renovasi proyek pemerintah maupun swasta akan menjadi lebih jelas dan terperinci.

RAB juga dapat membantu untuk memilih bahan bangunan sesuai dengan  spesifikasi yang nantinya diharapkan.***

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *