5 Langkah Menyusun Kelayakan Usaha BUMDes

Ilustrasi by freepik

KONSIDERAN – Dalam menyusun kelayakan usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) langkah-langkah ini harus dijalankan dengan baik untuk mendapatkan hasil maksimal.

Langkah-langkah tersebut adalah Pembentukan Tim kajian Usaha, Kajian Potensi Desa, Kajian Kebutuhan Masyarakat, Kajian Penentuan Pilihan Jenis Usaha, dan Kesepakatan Unit Usaha Ekonomi Desa yang akan diwadahi BUMDes.

Berikut ini penjelasan lengkap langkah-langkah menyusun kelayakan usaha  BUMDes :

  1. Pembentukan Tim Kajian Usaha BUMDes

Pembentukan tim kajian usaha BUMDes sebaiknya ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Desa.Tim perumus sebaiknya terdiri atas Kepala Desa dan warga desa yang cukup berpendidikan, mengenal dengan baik keadaan desa, dan memiliki komitmen untuk memajukan desanya.

Diantara anggota tim kajian lebih bagus terdapat orang-orang yang memiliki keterampilan dan pengalaman menjalankan usaha ekonomi dengan baik. Jumlah personil tim kajian sebaiknya tidak terlalu banyak, misal 5-7 orang.

Dalam menentukan anggota hendaknya memperhitungkan keterwakilan perempuan.Keterlibatan perempuan dalam penyusunan kelayakan usaha dapat mendorong tumbuhnya gerakan kolektif untuk mengembangkan perekonomian desa berdasarkan spirit kesetaraan gender.

Pembentukan tim ini lebih diutamakan bagi desa yang belum terbentuk kelembagaan BUMDes. Bagi desa yang telah membentuk kelembagaan BUMDes, penyusunan kelayakan usaha dapat dilakukan oleh Pengurus dan Pengelola Unit Usaha BUMDes.

  1. Kajian Potensi Desa

Kegiatan pada tahap ini dilakukan oleh tim kajian. Kegiatan yang dilakukan adalah mengidentifikasidan menginventarisasi potensi yang dimiliki desa.Langkah ini diperlukan untuk menemukan potensi desa yang memungkinkan untuk dijadikan produk dari unit usaha BUMDes.

Menurut Permendagri No. 12/2007 tentang Pedoman Penyusunan dan Pendayagunaan Data Profil Desa menjelaskan, potensi desa adalah keseluruhan sumber daya yang dimiliki atau digunakan oleh desa baik sumber daya manusia, sumber daya alam dan kelembagaan maupun prasarana dan sarana untuk mendukung percepatan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai contoh, potensi desa itu berupa sumber air bersih, sungai, keindahan alam, jumlah penduduk, mata pencaharian penduduk, hasil pertanian/perkebunan/kehutanan, hasil industri/kerajinan rumahtangga, pasar desa, prasarana jalan, kesenian daerah, keuangan pemerintah desa dan lain-lain.

Salah satu sumber data yang sangat penting untuk mengidentifikasi potensi desa adalah dokumen profil desa. Semakin baik kualitas penyusunan profil desa, maka akan sangat membantu dalam mengenali potensi desa dengan tepat. Cara lain yang dapat dilakukan untuk mengenali potensi desa adalah dengan pengamatan langsung terhadap keadaan desa dan menjaring informasi dari warga desa.

  1. Kajian Kebutuhan Masyarakat

Kegiatan ini dilakukan dengan cara menanyakan langsung kepada warga desa tentang jenis barang atau jasa yang mereka harapkan dapat dilayani melalui BUMDes. Dapat pula dilakukan dengan cara mengamati atau bertanya kepada pemilik toko dan pedagang di pasar mengenai jenis barang yang laris terjual. khususnya barang-barang yang sekiranya dapat diproduksi atau disediakan oleh BUMDes.

Informasi tentang jenis kebutuhan masyarakat tersebut kemudian dicatat.Kegiatan pada tahap ini dilakukan oleh tim kajian. Langkah ini sangat diperlukan untuk memperoleh informasi tentang kebutuhan warga desa maupun masyarakat luas sebagai dasar untuk menentukan jenis usaha yang akan dijalankan dan produk (barang dan jasa) yang akan ditawarkan.

Warga desa dan masyarakat luas merupakan calon konsumen dari produk yang ditawarkan.Dengan demikian, semakin tepat dalam mengenali kebutuhan calon konsumen, maka produk yang ditawarkan unit usaha BUMDes berpeluang besar dapat diterima konsumen.

  1. Kajian Penentuan Pilihan Jenis Usaha

Pada tahap ini Tim kajian terlebih dahulu telah menyusun rancangan alternatif jenis usaha beserta hasil kajian aspek-aspek kelayakan usaha dan kemungkinan pengembangannya. Rancangan alternatif usaha beserta kajian kelayakan usaha kemudian ditawarkan kepada warga desa untuk dibahas bersama melalui forum musyawarah desa.

  1. Kesepakatan Unit Usaha Ekonomi Desa yang akan diwadahi BUMDes

Kesepakatan bersama warga desa sangat diperlukan untuk memperoleh dukungan dalam menjalankan dan mengembangkan suatu unit usaha BUMDes.Ketika warga desa menyepakati pendirian unit usaha BUMDes, maka tentunya mereka merasa ikut memiliki dan bertanggungjawab atas keberlangsungan usaha.Kesepakatan mendirikan unit usaha BUM Desa bersama warga desa hendaknya dilakukan melalui forum musyawarah desa.

Demikian langkah-langkah atau tahapan dalam menyusun kelayakan penentuan usaha BUMDes yang harus ditempuh. Tahapan ini merupakan rangkaian  pendirian BUMDes yang harus dilaksanakan. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *