4 Peran Masyarakat Desa dalam Pemberantasan Korupsi

KONSIDERAN – Sejak dana desa bergulir, kekhawatiran terjadinya perilaku koruptif di elit desa kerap menjadi sorotan.

Dalam upaya mencegah dan memberantas tindak korupsi di level desa, masyarakat desa harus dapat berperan  secara aktif di dalamnya.

Terkait peran masyarakat tersebut, sedikitnya ada 4 peran masyarakat yang bisa dipilih untuk berkontribusi dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Namun ketidaktahuan masyarakat terhadap peran yang akan dipilih, tak jarang membuat mundur sebelum berkontribusi dalam pemberantasan korupsi.

Padahal tidak demikian, jika sejak awal mengetahui kapasitas masing- masing sehingga bisa menilai pula, peran apa yang cocok untuk dirinya.

Dalam buku Selekta Kapita dan Beban Biaya Sosial Korupsi yang diterbitkan oleh Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Kedeputian Bidang Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi, masyarakat bisa memilih peran-peran berikut ini dalam mencegah dan memberantas korupsi, yaitu :

  1. Memilih peran dalam strategi represif

Hampir sebagian besar kasus yang terungkap  di KPK, bermula dari pengaduan masyarakat. Bukan hanya kasus-kasus yang tidak menjadi sorotan publik, bahkan kasus besar pun tak sedikit yang bermula dari peran serta masyarakat itu.

Jika memilih peran represif, melalui pengaduan seperti itulah antara lain bisa dilakukannya. Jika mendapati rekan kerja, atasan, atau bahkan rekanan melakukan perbuatan yang terindikasi tindak pidana korupsi, bisa langsung melaporkan kepada penegak hukum seperti KPK.

Tidak hanya sebagai pelapor. Pada upaya lain, Anda juga bisa melakukan pengawasan internal aparat penegak hukum. Melalui pengawasan internal, maka dapat menangani potensi kerawanan/ kelemahan pada suatu organisasi aparat birokrasi.

Masyarakat juga dapat mendorong unit organisasi aparat penegak  hukum untuk mencari solusi pemecahan masalah. Hal ini, antara lain dapat dilakukan melalui penyelenggaraan survey, seminar, lokakarya, serta pembahasan potensi masalah dalam suatu rubrik berkala.

  1. Memilih peran dalam strategi perbaikan system

Masyarakat juga bisa berkontribusi dalam strategi perbaikan sistem. Melalui strategi ini, seorang anggota masyarakat bisa melakukan hal-hal sebagai berikut:

  • Memantau layanan publik.
  • Melakukan kajian dan penelitian terkait layanan publik.
  • Menyampaikan rekomendasi kepada pemerintah.
  • Membangun manajemen antikorupsi di lingkungan masing-masing.

Banyak kegiatan yang sudah dilakukan masyarakat terkait peran serta ini seperti lembaga-lembaga kajian antikorupsi di perguruan tinggi.

  1. Memilih peran dalam strategi edukasi dan kampanye

Dalam edukasi dan kampanye, apapun bakat, kemampuan, dan kapasitas Anda, semua bisa dijadikan sebagai pintu awal. Entah itu bakat menyanyi, menulis cerpen, puisi, mencipta  lagu, puisi, dan sebagainya.

Grup band yang amat lekat dengan anak muda, Slank misalnya. Melalui kreasinya mencipta  lagu bertemakan antikorupsi, grup ini pun boleh dikatakan turut berpartisipasi dalam memberantas korupsi di negeri ini.

Tetapi memang tidak hanya itu. Jika Anda seorang pegiat antikorupsi, Anda juga bisa melakukan edukasi kepada masyarakat atau ke komunitas lainnya.

  1. Melaporkan dugaan tindak pidana korupsi

Laporan masyarakat memegang peranan penting dalam pengungkapan kasus tindak pidana korupsi.

Tidak sedikit kasus terungkap, bahkan beberapa di antaranya merupakan kasus yang menjadi perhatian publik.

Namun demikian, tidak semua anggota masyarakat memiliki keberanian untuk melaporkan, jika menemukan indikasi tindak pidana korupsi.

Alasan paling umum, karena khawatir keselamatannya terancam. Namun, kekhawatiran tersebut sebenarnya tidak beralasan. Karena KPK akan melindungi identitas pelapor.

Sekarang sudah saatnya anggota masyarakat harus berani melaporkan perbuatan korupsi. Sehingga makin banyak kasus tindak pidana korupsi bisa diungkap.***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *